| Kelahiran |
| 0 Orang |
| Kematian |
| 0 Orang |
| Masuk |
| 0 Orang |
| Pindah |
| 0 Orang |
| Kelahiran |
| 0 Orang |
| Kematian |
| 0 Orang |
| Masuk |
| 4 Orang |
| Pindah |
| 1 Orang |
12 Desember 2022 428 Kali
Kain Tapis merupakan salah satu kerajinan tradisional khas Masyarakat Lampung, yang terbuat dari tenun benang emas maupun perak. Pada mulanya, kerajinan ini dibuat oleh wanita baik ibu rumah tangga maupun gadis-gadis untuk mengisi waktu senggang dengan tujuan memenuhi adat Masyarakat Lampung yang dianggap sakral.
Perkembangan tapis di Pekon Lugusari berawal dari ide seseorang bernama Dra. Sunarti (alm.) pada tahun 1992 yang telah mengundang dan membawa guru dari Talang Padang bernama Bapak Zakwan untuk mengajarkan dan memberikan pelatihan tentang cara pembuatan kerajinan tapis ke masyarakat Pekon Lugusari.
Awalnya dikumpulkan sebanyak 10 orang untuk kemudian dididik dan dilatih bagaimana cara pembuatan tapis. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Balai Pekon Lugusari selama kurang lebih 1 bulan, dan bekerjasama dengan Sanggar Tapis Krui Putra dari Kota Bandar Lampung. Seiring berjalannya waktu sebagai keberlanjutan dari kegiatan kursus dan pelatihan tapis, 10 orang tersebut diberikan pekerjaan membuat tapis dengan sistem upahan.
Mereka merasa senang dan bangga mengikuti pelatihan tersebut dan akhirnya mampu membantu perekonomian keluarga, dimana awalnya mereka hanya pekerja upahan di kebun atau sawah milik tetangga. Setelah mengikuti pelatihan hingga diberikan pekerjaan membuat tapis, mereka mendapatkan penghasilan tambahan dengan bekerja di rumah sembari mengurus keluarga.
Dengan semangat dan tekad yang kuat, mereka tidak ingin hanya menjadi buruh upahan terus-menerus, akhirnya mereka memberanikan diri membeli bahan baku pembuatan tapis dan menjual tapis buatan mereka sendiri walaupun dengan modal yang sedikit. Dan sekarang 10 orang tersebut sudah mempunyai pengrajin upahan masing-masing yang jumlahnya tidak bisa dikatakan sedikit. Ada yang mempunyai pengrajin 10 orang, 20 orang, bahkan ada yang mencapai lebih dari 50 orang.
Walaupun bukan berasal dari suku Lampung, mereka terus mengembangkan keterampilan pembuatan tapis dan membuat inovasi-inovasi produk tapis, yang awalnya hanya kain sarung sekarang terdapat produk-produk turunan seperti tas, dompet, sandal, aksesoris pakaian, kalung, gantungan kunci, serta dekorasi rumah yang dapat digunakan untuk memperindah ruangan dan memberikan ciri khas adat budaya Lampung.
Saat ini, berdasarkan Keputusan Gubernur Nomor G/319/V.26/HK/2022 Tanggal 18 Mei 2022 Tentang Penetapan Lokasi Sentra Industri Kerajinan Tapis dan Desa Wisata Kampung Tapis di Provinsi Lampung, terletak di Pekon Lugusari Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pringsewu. Kelompok Tapis Lugusari bernama Kelompok Tapis “Mandiri” dengan ketua kelompok ibu Kanti Lestari yang beranggotakan 7 orang dengan jumlah pengrajin sebanyak 320 orang yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Pringsewu.
Untuk artikel ini
| Hari | Mulai | Selesai |
|---|---|---|
Senin |
08:00:00 | 16:00:00 |
Selasa |
08:00:00 | 16:00:00 |
Rabu |
08:00:00 | 16:00:00 |
Kamis |
08:00:00 | 16:00:00 |
Jumat |
08:00:00 | 16:00:00 |
Sabtu |
Libur | |
Minggu |
Libur | |
Belum ada agenda
| Hari ini | : | 21 |
| Kemarin | : | 66 |
| Total Pengunjung | : | 295.760 |
| Sistem Operasi | : | Unknown Platform |
| IP Address | : | 216.73.216.166 |
| Browser | : | Mozilla 5.0 |
Realisasi | Anggaran
Realisasi | Anggaran
Realisasi | Anggaran